Minggu, 29 November 2009

sahabatku

Sahbatku….
Allah maha penyayang. Dia hanya menyayangi hamba-Nya yang beriman dan beramal sholeh. Dia sangat membenci hambanya yang kafir dan enggan mentaati perintah-Nya. Semoga Allah selalu mengukuhkan iman kita, sehingga kita senantiasa disayangai oleh-Nya. Amin.


Sahabatku….
Allah suka dan ingin kita masuk surga, dan Dia selalu memberi kita jalan menuju surga, semua itu karena Allah sayang kepada kita. Karena Allah sayang kepada kita, maka Dia membekali kita cara untuk beramal sholeh. Alloh juga memberi kemudahkan kepada kita untuk beramal sholeh. Sehingga kita diberi pahala dan masuk surga-Nya.


Jika kita rajin shalat lima waktu, tentu Alloh akan memberi kita pahala yang besar. Begitupun apabila kita berpuasa dan bershadakoh dengan ikhlas maka, Alloh pun akan memberikan kita pahala.


Semoga Allah mengokohkan iman yang menancap di dalam dada kita semua. Sehingga Allah akan lebih menyayangi kita lagi. Amin..

Kamis, 26 November 2009

Saroh. N_Tugas hari ke-3

Dari kehebohan film 2012, ada yang lebih menghebohkan lagi kalau baru-baru ini sudah tersebar luas di dunia maya (internet) adegan syiur oknum PNS di Tasikmalaya_Jawa Barat. Saya mendengar berita tersebut dari televisi, berita itu begitu menggemparkan, apalagi dikalangan pegawai sipil. Karena sudah jelas hal tersebut mencoreng nama baik pegawai sipil yang selama ini terdengar bersih dari hal-hal permesuman, walau pun sebagian masyarakat menganggap bahwa pegawai sipil bersih dari hal-hal permesuman tidak sedikit pula sebagian masyarakat yang menganggap bahwa pekarja sipil banyak sekali oknum yang kurang menghargai dirinya sendiri, tidak sedikit seorang pegawai sipil baik itu di mulai dari pegawai kelurahan, kecamatan, sampai ketingkat propinsi sekalipun banyak sekali ditemukan oknum-oknum yang nakal, tidak terkecuali tuduhan itu menimpa pada oknum guru atau seorang pengajar sekalipun.


Pertanyaannya, bagaimana kita harus bersikap dan menyikapi permasalahan yang ada saat ini?


Saya pribadi berpendapat bahwa, kita harus selalu berpikir positif, menjalani apa yang ada, dan mensyukuri atas nikmat yang telah di berikan oleh Allah Saw, bersikap arif dan bijaksana, selalu rendah hati dan bersabar. Perlu digaris bawahi bahwa memupuk atau membentuk jiwa yang selalu dalam kesabaran diri kita sendiri tidaklah mudah, termasuk saya pribadi, masih begitu sulit menghadapi hidup dengan rasa syukur yang mendalam, tapi kita harus tetap berusaha istiqomah dan tawakal.


Kita hanya bisa berlindung kepada Allah Saw, yakin atas kuasa-Nya, berdo’a dan terus berdo’a, memohon ampunan atas semua dosa yang telah dilakukan, selalu berusaha untuk berbuat baik, selalu beramal dan sodakoh sesuai dengan yang kita mampu dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatan yang positif lain nya, kita kembalikan lagi pada individu masing-masing.


Menurut hemat saya, dari mulai kejadian-kejadian yang saya utarakan dari awal, yaitu; dari mulai kasus Antasari Azhar, hingga hebohnya film 2012 atau sebagian orang menyebutnya dengan sebutan film Kiamat, kemudian kasus perbuatan asusila pekerja PNS di Tasikmalalaya_Jawa barat. Kita hanya bisa mengambil hikmah dari semua kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi saat ini, yang begitu menghebohkan dan tak jarang membuat resah hati masyarakat. Mengambil hikmah dari hal terkecil hingga terbesar, ambil contoh yang baik dan membuang contoh yang kurang baiknya.


Allah Saw, memerintahkan kepada hamba-Nya agar selalu mentaati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena Allah menjanjikan syurga bagi hamba-Nya yang selalu tunduk dan patuh pada perintah-Nya. Janji Allah pasti dan mutlak adanya, dan kita wajib mampercayainya. Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa:

                               
“ Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ”.


Wa Allahu a’lamu bi-sawab

Rabu, 25 November 2009

Saroh. N_tips yang pertama lanjutan_hari ke-2

Ada kabar baru nich…masalah kasus Candra Hamsah dan Bibit Slamet Rianto, ternyata tim delapan yang di bentuk oleh presiden SBY memberikan rekomendasi pada presiden menyangkut orang-orang yang terlibat dalam masalah penyuapan tersebut dan mengharuskan nama-nama yang ada pada surat rekomondasi yang diberika tim delapan kepada presiden tersebut harus di usut secara tuntas. Presiden pun menanggapinya dengan cukup serius, beliau menginginkan masalah tersebut untuk segara diselesaikan dengan sebaik-baiknya hingga tuntas. Presiden akan membentuk SATGAS atau tim khusus atau tersendiri untuk menuntaskan masalah ini, supaya masalah ini cepat tuntas dan masyarakat beserta publik pun merasa puas dan tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan. Semoga.., kita hanya bisa ikut mendoakan saja dan berharap supaya apa yang akan direncanakan oleh pemerintah dan jajarannya terlaksana sesuai dengan apa yang kita harapkan sebagai masyarakat Indonesia.


Pada kasus Bank Century, tim atau Badan Audit Keuangan Negara menginginkan agar presiden mengeluarkan peraturan pemerintah (pp) agar mereka dapat bekerja dengan tersendiri, tidak terpaku pada perundang-undangan yang berlaku saat ini, karena mereka merasa tidak mendapatkan kepuasan dan keleluasaan dalam bertindak dan mengambil keputusan. Tetapi hingga sampai sekarang ini apa yang mereka usulkan pada pemerintah khususnya Presiden belum ada tanggapan.


Dibalik hangantnya kasus Bank Century dan KPK, sekarang ini kita dilanda kedinginan dan di guyur air, serta terpaan angin. Y… itu lach, hujan turun tak henti-hentinya, dimana-mana banjir, apalagi di kota besar seperti Jakarta.


Ironis memang kota besar seperti Jakarta selalu dirundung banjir apalagi setiap musim penghujan seperti sekarang ini. Tak sedikit juga kota-kota lainnya dirundung musibah, seperti longsor yang menyebabkan hilangnya nyawa manusisa, serta musibah-musibah lain yang masih banyak lagi. Dengan keadaan cuaca buruk seperti sekarang ini, hingga dapat pula menenggelamkan sebuah kapal di perlintasan laut pulau madura, yang menelan beberapa nyawa manusia pula.


Karena seringnya terjadi musibah di Indonesia dan seluruh dunia umumnya, muncullah berbagai perstektif, terutama dikalangan paranormal yang sibuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan menimpa kita selanjutnya. Ada yang meramalkan bahwa dunia ini akan berakhir di tahun 2012 hingga menggemparkan dan menghebohkan seluruh dunia,
Percaya atau tidak kembali pada masing-masing individu. Hal diatas menjadi kontropersi, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Bahkan sampai ada yang turun kejalan mengeluarkan aspirasi dengan cara berdemontrasi dan berkoar-koar menuntut pada MUI untuk mengeluarkan Fatwa agar masyarakat Indonesia khususnya untuk tidak menonton film 2012 atau disebut juga film kiamat yang di buat oleh holiwood.


Film 2012 begitu menggemparkan, dari mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa berantusias dan penasaran ingin menonton film yang di buat oleh orang barat tersebut. Tak sedikit dikalangan artis pun penasaran ingin melihatnya, berbagai stepment pun bermunculan dari mulai kritikan hingga sanjungan.


Dari inpormasi yang saya dengar bahwa prediksi 2012 kiamat itu hanyalah perhitungan kaum maya, karena mereka mempercayai bahwa dunia hanya berumur 2012 dan kalender mereka pun hanya dipormat sampai tahun 2012.

Selasa, 24 November 2009

Saroh Nurmuawanah_Tips Yang Pertama_Tugas Ke-1

Setelah membuka dan membaca tugas yang diberikan oleh Dosen matakuliah TPKI, saya berpikir apa y…yang akan saya tulis  di sini, ternyata bingung juga, beberapa menit saya berpikir, menerawang, sambil memegang sehelai kertas dan balpoin, tiba-tiba terdengar sesuatu di televisi ada berita yang lagi HOT saat ini, yang santer menjadi bahan perbincangan baik itu di kalangan maysarakat, di media elektronik atau pun media cetak.

Itu loch…Masalah Bank Century, sama kasus KPK. Yang melibatkan banyak orang terutama dikalangan Borjuis alias kalangan beruang, di mulai dari kasus Antasari, beliau terlibat masalah pembunuhan Nasrudin dan di ponis sebagai tersangka, merambah pada kasus Candra Hamsah dan Bibit Slamet Rianto, masalah penyuapan PT. Masaro yang di dalangi oleh Anggodo, hingga melibatkan petinggi-petinggi Kejaksaan dan Kaporli. Masalah menjadi memakin rumit karena banyaknya praduga dan di pastikan karena adanya Mavia peradilan.

Hingga sekarang pun masalah KPK vs Polisi belum selesai, malah semakin rumit saja kayanya. Sebagai masyarakat awam saya tidak mengerti hal yang sebernanya sedang terjadi dikalangan Elit tersebut. Saya hanya menyaksikan dan mendengar berita-beritanya saja dari televisi. Kadang timbul suatu pertanyaan, kenapa ada orang atau manusia yang sama-sama di ciptakan oleh Allah Swt, dan sama-sama makan nasi, tapi memiliki sifat jahat dan tidak mensyukuri atas apa yang telah diberikan-Nya. Tapi saya berusaha untuk selalu berpikir positif agar mereka semua yang berbuat seperti itu dibukakan hatinya agar supaya cepat-cepat bertobat, dan mahan pmpun kepada Maha percipta (AllahSwt). Hingga kebenaran itu akan muncul sebagai mana mestinya.

Sekarangpun saya masih berharap-harap cemas bagaimana kisah atau kelanjutan dari kasus-kasus yang ada sekarang ini. Berharap dan terus berharap.

Jumat, 20 November 2009

Tugas TPKI : Menganalisis Makalah

Tugas menganalisis makalah yang berjudul Gerakan Pemurnian Wahabi: Muhammad Bin Abdul Wahhab (1115-1206 / 1701-1793). Yang disusun oleh dosan pembimbing mata kuliah TPKI. Dianalisis dari segi / sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan.

 

Dari segi / sisi isi:

Setelah mambaca dan menganalisis makalah yang berjudul:

GERAKAN PEMURNIAN WAHABI: MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB ( 1115-1206 H / 1701-1793 M). Yang disusun oleh : Mulyawan S. Nugraha. NIM: 066.1076 (No. urut Absen : 23).

Dilihat dari segi / sisi isi secara umum, bacaan yang disajikan cukup menarik, dan lengkap dari segi penyajiannya. Namun, secara struktural makalah yang disusun tersebut tidak sesuai dengan acuan atau aturan yang semestinya disebut sebagai makalah.

Karena, berdasarkan pada referensi yang ada bahwa sebuah makalah / laporan akhir terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian teks, dan bagian akhir.

Di mulai dari pendahuluan, dalam bab pendahuluan seharusnya dibagi atau dipecah menjadi beberapa bagian yakni:

1.                  Latar Belakang Masalah

2.                  Rumusan Masalah

3.                  Tujuan Penilisan

4.                  dan seterunya…..

Pada bagian pendahuluan, penulis sebaiknya menyajikan latar belakang masalah dan alasan-alasan mengapa masalah yang diajukan itu menarik untuk diteliti. Kemudian, dapat mengungkapkan masalah-masalah yang muncul, yang dapat dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah dan harus merupakan kalimat tanya.

Melihat isi makalah secara keseluruhan, masih banyak tulisan-tulisan yang kurang tepat, disebabkan tidak diedit / dilakukan cek ulang (pemeriksaan) pada hasil dari makalah tersebut. Dan ditemukan adanya kata-kata asing yang bercampur dengan bahasa Indonesia yang baku. Contohnya pada kalimat “kita tidaklah hairan apabila kelak beliau menjadi ulama besar seperti datuknya”. Kata-kata hairan, kelak, dan datuk, termasuk bahasa asing yaitu bahasa melayu. ( rincian biografi paragraf 1, poin 3 ). “Beliau melihat ramai umat yang berziarah ke maqam Nabi mahupun ke maqam-maqam lainnya untuk memohon syafa’at ”. kata-kata mahupun, maqam dan syafa’at merupakan serapan / kutipan dari bahasa asing.

 

Dari sisi / segi tulisan:

Apabila dilihat dari Karateristik Karangan Ilmiah Populer (Harry Firman), isi makalah tersebut sudah memenuhi salah satu poin dari karateristik karangan ilmiah populer. Diantaranya, Contoh pada tulisan yang menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis. Misalnya, pada kalimat “Degenerasi dan dekadensi umat Islam dikala itu telah menimbulkan sistem politik yang sangat opresif, yang mengejawantah dalam bentuk kesultanan-kesultanan nepotis dan absolutis serta kehidupan sosial yang bertentangan dengan semangat egalitarian seperti diajarkan Islam”. (paragraf 1, bab Pendahuluan).

Makalah tersebut juga menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi. Sebagai pembuktian bahwa bahasan / makalah yang disajikan dapat dipercayai kebenarannya.

Gaya penulisannya kreatif dan mampu mencuri perhatian pembaca, serta dapat mendorong pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya. Tiap pargrafnya terstruktur, dimulai dengan kalimat topik dan diikuti oleh informasi yang berhubungan dengan topik dalam kalimat topik.

Dalam sistematika penulisannya, makalah tersebut logis dalam memaparkan atau menyampaikan isi dari materinya.

Pada bab penutup, penulis tidak memisahkan antara simpulan dan saran, akan tetapi bagian penutup dari makalah tersebut cukup membentuk impresi pembaca terhadap penjelasan atau persoalan yang diketengahkan.

Masih dalam segi tulisan, ada beberapa pengulangan kata yang tidak menggunakan strip (-), contoh pada kalimat “ faham tauhid telah dirusak oleh ajaran ajaran atau tarekat tarekat…..dst”. seharusnya pengulangan kata pada kata “ajaran dan tarekat” tersebut menggunakan strip (-) sesuai dengan kaidah EYD yang telah ditetapkan.

 

Segi / sisi penuturan yang disampaikan:

Penuturan kata dan bahasa yang disampaikan banyak mengandung istilah-istilah teknis dan serapan bahasa asing. Menurut saya sekalipun penulis makalah / artikel adalah seorang iptekwan, tetapi alangkah baiknya menghindari penggunaan terlalu banyak istilah-istilah teknis. Alasannya, tidak semua pembaca mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga menyulitkan pembaca untuk dapat mengerti dan memahami isi dari makalah tersebut dengan cepat.

Dari segi penuturan, penulis menyajikan atau memberi penjelasan tambahan dengan sesuatu yang kompleks, dengan menyertakan gambar (penjelasan makalah hal 7,gambar peta) yang dapat membantu memperjelas dalam memehami maksud dari penuturan makalah yang disajikan.

Pada hal 3, ada salah satu paragraf yang menuturkan kalimat “ lengkaplah sudah ilmu yang diperlukan oleh seorang yang pintar yang kemudian dikembagkan sendiri melalui metode otodidak (belajar sendiri) sebagaimana lazimnya para ulama besar Islam mengembangkan ilmu-ilmunya. Dimana bimbingan guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya untuk dapat dikembangkan dan digali sendiri oleh yang bersangkutan”.

Menurut saya penuturan kalimat diatas kurang efektif, dan kurang tepat apabila di gunakan dalam bentuk makalah, karena menurut ukuran atau aturannya penuturan yang digunakan dalam sebuah makalah lebih dipenuhi oleh tulisan verbal dan sedikit tebal, sehingga terlihat intelek dimata pembacanya.

Dan sebaiknya penuturan diatas dirubah menjadi “Kelengkapan yang telah beliau peroleh, kemudian beliau kembangkan melalui metode otodidak (belajar sendiri), dimana bimbingan seorang guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya dapat dikembangkan dan digali oleh yang bersangkutan”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas TPKI : Menganalisis Makalah

Tugas menganalisis makalah yang berjudul Gerakan Pemurnian Wahabi: Muhammad Bin Abdul Wahhab (1115-1206 / 1701-1793). Yang disusun oleh dosan pembimbing mata kuliah TPKI. Dianalisis dari segi / sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan.

 

Dari segi / sisi isi:

Setelah mambaca dan menganalisis makalah yang berjudul:

GERAKAN PEMURNIAN WAHABI: MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB ( 1115-1206 H / 1701-1793 M). Yang disusun oleh : Mulyawan S. Nugraha. NIM: 066.1076 (No. urut Absen : 23).

Dilihat dari segi / sisi isi secara umum, bacaan yang disajikan cukup menarik, dan lengkap dari segi penyajiannya. Namun, secara struktural makalah yang disusun tersebut tidak sesuai dengan acuan atau aturan yang semestinya disebut sebagai makalah.

Karena, berdasarkan pada referensi yang ada bahwa sebuah makalah / laporan akhir terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian teks, dan bagian akhir.

Di mulai dari pendahuluan, dalam bab pendahuluan seharusnya dibagi atau dipecah menjadi beberapa bagian yakni:

1.                  Latar Belakang Masalah

2.                  Rumusan Masalah

3.                  Tujuan Penilisan

4.                  dan seterunya…..

Pada bagian pendahuluan, penulis sebaiknya menyajikan latar belakang masalah dan alasan-alasan mengapa masalah yang diajukan itu menarik untuk diteliti. Kemudian, dapat mengungkapkan masalah-masalah yang muncul, yang dapat dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah dan harus merupakan kalimat tanya.

Melihat isi makalah secara keseluruhan, masih banyak tulisan-tulisan yang kurang tepat, disebabkan tidak diedit / dilakukan cek ulang (pemeriksaan) pada hasil dari makalah tersebut. Dan ditemukan adanya kata-kata asing yang bercampur dengan bahasa Indonesia yang baku. Contohnya pada kalimat “kita tidaklah hairan apabila kelak beliau menjadi ulama besar seperti datuknya”. Kata-kata hairan, kelak, dan datuk, termasuk bahasa asing yaitu bahasa melayu. ( rincian biografi paragraf 1, poin 3 ). “Beliau melihat ramai umat yang berziarah ke maqam Nabi mahupun ke maqam-maqam lainnya untuk memohon syafa’at ”. kata-kata mahupun, maqam dan syafa’at merupakan serapan / kutipan dari bahasa asing.

 

Dari sisi / segi tulisan:

Apabila dilihat dari Karateristik Karangan Ilmiah Populer (Harry Firman), isi makalah tersebut sudah memenuhi salah satu poin dari karateristik karangan ilmiah populer. Diantaranya, Contoh pada tulisan yang menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis. Misalnya, pada kalimat “Degenerasi dan dekadensi umat Islam dikala itu telah menimbulkan sistem politik yang sangat opresif, yang mengejawantah dalam bentuk kesultanan-kesultanan nepotis dan absolutis serta kehidupan sosial yang bertentangan dengan semangat egalitarian seperti diajarkan Islam”. (paragraf 1, bab Pendahuluan).

Makalah tersebut juga menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi. Sebagai pembuktian bahwa bahasan / makalah yang disajikan dapat dipercayai kebenarannya.

Gaya penulisannya kreatif dan mampu mencuri perhatian pembaca, serta dapat mendorong pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya. Tiap pargrafnya terstruktur, dimulai dengan kalimat topik dan diikuti oleh informasi yang berhubungan dengan topik dalam kalimat topik.

Dalam sistematika penulisannya, makalah tersebut logis dalam memaparkan atau menyampaikan isi dari materinya.

Pada bab penutup, penulis tidak memisahkan antara simpulan dan saran, akan tetapi bagian penutup dari makalah tersebut cukup membentuk impresi pembaca terhadap penjelasan atau persoalan yang diketengahkan.

Masih dalam segi tulisan, ada beberapa pengulangan kata yang tidak menggunakan strip (-), contoh pada kalimat “ faham tauhid telah dirusak oleh ajaran ajaran atau tarekat tarekat…..dst”. seharusnya pengulangan kata pada kata “ajaran dan tarekat” tersebut menggunakan strip (-) sesuai dengan kaidah EYD yang telah ditetapkan.

 

Segi / sisi penuturan yang disampaikan:

Penuturan kata dan bahasa yang disampaikan banyak mengandung istilah-istilah teknis dan serapan bahasa asing. Menurut saya sekalipun penulis makalah / artikel adalah seorang iptekwan, tetapi alangkah baiknya menghindari penggunaan terlalu banyak istilah-istilah teknis. Alasannya, tidak semua pembaca mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga menyulitkan pembaca untuk dapat mengerti dan memahami isi dari makalah tersebut dengan cepat.

Dari segi penuturan, penulis menyajikan atau memberi penjelasan tambahan dengan sesuatu yang kompleks, dengan menyertakan gambar (penjelasan makalah hal 7,gambar peta) yang dapat membantu memperjelas dalam memehami maksud dari penuturan makalah yang disajikan.

Pada hal 3, ada salah satu paragraf yang menuturkan kalimat “ lengkaplah sudah ilmu yang diperlukan oleh seorang yang pintar yang kemudian dikembagkan sendiri melalui metode otodidak (belajar sendiri) sebagaimana lazimnya para ulama besar Islam mengembangkan ilmu-ilmunya. Dimana bimbingan guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya untuk dapat dikembangkan dan digali sendiri oleh yang bersangkutan”.

Menurut saya penuturan kalimat diatas kurang efektif, dan kurang tepat apabila di gunakan dalam bentuk makalah, karena menurut ukuran atau aturannya penuturan yang digunakan dalam sebuah makalah lebih dipenuhi oleh tulisan verbal dan sedikit tebal, sehingga terlihat intelek dimata pembacanya.

Dan sebaiknya penuturan diatas dirubah menjadi “Kelengkapan yang telah beliau peroleh, kemudian beliau kembangkan melalui metode otodidak (belajar sendiri), dimana bimbingan seorang guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya dapat dikembangkan dan digali oleh yang bersangkutan”.