Rabu, 16 Desember 2009
Kesadaran Dalam Beragama
Kematangan kepribadian yang dilandasi oleh kehidupan agama akan menunjukan kematangan sikap dalam menghadapi berbagai masalah, norma, dan nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Pada waktu lahir, anak belum beragama. Ia baru memiliki potensi atau fitrah untuk berkembang menjadi manusia beragama. Bayi belum mempunyai kesadaran beragama, tetapi telah memiliki potensi kejiwaan dan dasar-dasar kehidupan berTuhan.
Penanaman kesadaran beragama kepada si anak yang berhubungan pengalaman ke-Tuhanan hendaknya menekankan pada pemuasan kebutuhan efektif.
Dalam rasa kesendiriannya, si remaja memerlukan kawan setia atau pribadi yang mampu menampung keluhan-keluhannya, melindungi, membimbing, mendorong dan memberi petunjuk jalan yang dapat mengenbangkan kepribadiannya. Pribadi yang demikian sempurna itu sukar ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berkembangnya kemampuan berfikir secara abstrak, si remaja mampu pula menerima dan memahami ajran agama yang berhubungan dengan masalah gaib, abstrk dan rohaniah, seperti kehidupan alam kubur, hari kebangkitan, sorga, neraka, bidadari, malaikat, jin, syetan dan sebagainya.
Tugas_3_hari ke-1
Sekolah Tinggi Agama Islam, menerima mahasiswa dan mahasiswinya tidak hanya lulusan dari Madrasah Aliah (MA) saja, melainkan menerima pula lulusan dari Sekolah Menengah Umum (SMA) atau sederajat lainnya. Dalam bidang matakuliah yang di pelajari atau diajarkan bukan hanya matakuliah bidang keagamaan saja tapi bidang umum pun ada, matakuliah bidang umum sudah tidak asing lagi dijumpai dan dipelajari, namun ada sedikit penambahan yang lebih menditail atau komplit, salah satu matakuliah dalam bidang agama ditemukan matakuliah “Bahasa Arab”. Dimana, pelajaran tersebut sangat membingungkan bagi mahasiswa yang dasarnya lulusan dari Sekolah Menengah Umum (SMA). Seakan-akan pelajaran tersebut sangat asing dan baru di pelajari di sana.
Dibanding dengan matakuliah yang lain, hanya matakuliah bahasa arablah yang menurut saya paling sulit dipelajari. Karena di Sekolah Menengah Umum tidak dipelajari secara khusus, dan memang tidak ada dalam kurikulumnya. Ada salah satu perkataan bijak bahwa:
“Dimanapun kita belajar dan apapun yang kita pelajari, kita harus menghadipinya dan mendalaminya dengan serius dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya”. (mulyawan S Nugraha)
Menurut saya ungkapan di atas cukup bijak dan rasional, dimana ungkapan tersebut mengajak atau menyerukan kepada kita, supaya kita lebih berani, bisa, dan tidak takut menjalani, juga menghadapi hidup atau menikmati keadaan yang sedang dialami dan dijalani saat ini.
Ada beberapa pemecahan atau solusi yang bisa di ambil dari permasalahan diatas (sulitnya mempelajari matakuliah bahasa arab), yaitu salah satunya dengan mencari jam tambahan, les / prifat matakuliah tersebut, atau dengan tidak ada rasa malu-malu untuk selalu bertanya apabila ada sesuatu yang kurang dipahami dan mengerti. Dari sebagian mahasiswa yang ada di Sekolah Tinggi Agama Islam, dapat dibandingkan bahwa, bagaimana pemahaman matakuliah bahasa arab antara mahasiswa yang lulusan dari Madrasah Aliah (MA) dan mahasiswa lulusan dari Sekolah Menengah Umum (SMU). Berdasarkan surpey dilapangan bahwa mahasiswa yang lulusan dari Madrasah Aliah (MA) lebih unggul di banding mahasiswa lulusan dari Sekolah Menengan Umum (SMA).
Kenapa mahasiswa lulusan dari Madrasah Aliah lebih unggul dari mahasiswa yang lulusan dari Sekolah Menengah Umum? Karena di sekolah Madrasah Aliah siswanya diajarkan atau mempelajari pelajaran tentang bahasa arab, sedangkan di Sekolah Menengan Umum tidak, di sekolah Madrasah Aliah pelajaran bahasa arab terdapat dalam kurikulum pendidikannya, sedangkan di Sekolah Menengah Umum tidak, dan masih banyak lagi faktor-faktor lainya.
Pertanyaan mendasar, mengapa Sekolah Tinggi Agama Islam menerima mahasiswanya tidak hanya lulusan dari Madrasah Aliah saja atau jurusan yang sesuai dengan ketentuannya? Ada beberapa pertimbangan yang dapat diambil, salah satunya mungkin karena Sekolah Tinggi tersebut ingin memajukan masyarakatnya dengan pendidikan Agama Islam tanpa harus terpaku pada salah satu ketentuan tertentu, karena kekurangan mahasiswa hingga Sekolah Tinggi tersebut mengambil mahasiswa dan ahasiswinya tidak terbatas dari kalangan dan jurusan apapun, atau karena faktor lain atau tujuan lain seperti: sebagian mahasiswa dan ahasiswinya hanya ingin mengejar title atau gelar saja.
Minggu, 29 November 2009
sahabatku
Allah maha penyayang. Dia hanya menyayangi hamba-Nya yang beriman dan beramal sholeh. Dia sangat membenci hambanya yang kafir dan enggan mentaati perintah-Nya. Semoga Allah selalu mengukuhkan iman kita, sehingga kita senantiasa disayangai oleh-Nya. Amin.
Sahabatku….
Allah suka dan ingin kita masuk surga, dan Dia selalu memberi kita jalan menuju surga, semua itu karena Allah sayang kepada kita. Karena Allah sayang kepada kita, maka Dia membekali kita cara untuk beramal sholeh. Alloh juga memberi kemudahkan kepada kita untuk beramal sholeh. Sehingga kita diberi pahala dan masuk surga-Nya.
Jika kita rajin shalat lima waktu, tentu Alloh akan memberi kita pahala yang besar. Begitupun apabila kita berpuasa dan bershadakoh dengan ikhlas maka, Alloh pun akan memberikan kita pahala.
Semoga Allah mengokohkan iman yang menancap di dalam dada kita semua. Sehingga Allah akan lebih menyayangi kita lagi. Amin..
Kamis, 26 November 2009
Saroh. N_Tugas hari ke-3
Pertanyaannya, bagaimana kita harus bersikap dan menyikapi permasalahan yang ada saat ini?
Saya pribadi berpendapat bahwa, kita harus selalu berpikir positif, menjalani apa yang ada, dan mensyukuri atas nikmat yang telah di berikan oleh Allah Saw, bersikap arif dan bijaksana, selalu rendah hati dan bersabar. Perlu digaris bawahi bahwa memupuk atau membentuk jiwa yang selalu dalam kesabaran diri kita sendiri tidaklah mudah, termasuk saya pribadi, masih begitu sulit menghadapi hidup dengan rasa syukur yang mendalam, tapi kita harus tetap berusaha istiqomah dan tawakal.
Kita hanya bisa berlindung kepada Allah Saw, yakin atas kuasa-Nya, berdo’a dan terus berdo’a, memohon ampunan atas semua dosa yang telah dilakukan, selalu berusaha untuk berbuat baik, selalu beramal dan sodakoh sesuai dengan yang kita mampu dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatan yang positif lain nya, kita kembalikan lagi pada individu masing-masing.
Menurut hemat saya, dari mulai kejadian-kejadian yang saya utarakan dari awal, yaitu; dari mulai kasus Antasari Azhar, hingga hebohnya film 2012 atau sebagian orang menyebutnya dengan sebutan film Kiamat, kemudian kasus perbuatan asusila pekerja PNS di Tasikmalalaya_Jawa barat. Kita hanya bisa mengambil hikmah dari semua kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi saat ini, yang begitu menghebohkan dan tak jarang membuat resah hati masyarakat. Mengambil hikmah dari hal terkecil hingga terbesar, ambil contoh yang baik dan membuang contoh yang kurang baiknya.
Allah Saw, memerintahkan kepada hamba-Nya agar selalu mentaati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena Allah menjanjikan syurga bagi hamba-Nya yang selalu tunduk dan patuh pada perintah-Nya. Janji Allah pasti dan mutlak adanya, dan kita wajib mampercayainya. Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa:
“ Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ”.
Wa Allahu a’lamu bi-sawab
Rabu, 25 November 2009
Saroh. N_tips yang pertama lanjutan_hari ke-2
Pada kasus Bank Century, tim atau Badan Audit Keuangan Negara menginginkan agar presiden mengeluarkan peraturan pemerintah (pp) agar mereka dapat bekerja dengan tersendiri, tidak terpaku pada perundang-undangan yang berlaku saat ini, karena mereka merasa tidak mendapatkan kepuasan dan keleluasaan dalam bertindak dan mengambil keputusan. Tetapi hingga sampai sekarang ini apa yang mereka usulkan pada pemerintah khususnya Presiden belum ada tanggapan.
Dibalik hangantnya kasus Bank Century dan KPK, sekarang ini kita dilanda kedinginan dan di guyur air, serta terpaan angin. Y… itu lach, hujan turun tak henti-hentinya, dimana-mana banjir, apalagi di kota besar seperti Jakarta.
Ironis memang kota besar seperti Jakarta selalu dirundung banjir apalagi setiap musim penghujan seperti sekarang ini. Tak sedikit juga kota-kota lainnya dirundung musibah, seperti longsor yang menyebabkan hilangnya nyawa manusisa, serta musibah-musibah lain yang masih banyak lagi. Dengan keadaan cuaca buruk seperti sekarang ini, hingga dapat pula menenggelamkan sebuah kapal di perlintasan laut pulau madura, yang menelan beberapa nyawa manusia pula.
Karena seringnya terjadi musibah di Indonesia dan seluruh dunia umumnya, muncullah berbagai perstektif, terutama dikalangan paranormal yang sibuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan menimpa kita selanjutnya. Ada yang meramalkan bahwa dunia ini akan berakhir di tahun 2012 hingga menggemparkan dan menghebohkan seluruh dunia,
Percaya atau tidak kembali pada masing-masing individu. Hal diatas menjadi kontropersi, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Bahkan sampai ada yang turun kejalan mengeluarkan aspirasi dengan cara berdemontrasi dan berkoar-koar menuntut pada MUI untuk mengeluarkan Fatwa agar masyarakat Indonesia khususnya untuk tidak menonton film 2012 atau disebut juga film kiamat yang di buat oleh holiwood.
Film 2012 begitu menggemparkan, dari mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa berantusias dan penasaran ingin menonton film yang di buat oleh orang barat tersebut. Tak sedikit dikalangan artis pun penasaran ingin melihatnya, berbagai stepment pun bermunculan dari mulai kritikan hingga sanjungan.
Dari inpormasi yang saya dengar bahwa prediksi 2012 kiamat itu hanyalah perhitungan kaum maya, karena mereka mempercayai bahwa dunia hanya berumur 2012 dan kalender mereka pun hanya dipormat sampai tahun 2012.
Selasa, 24 November 2009
Saroh Nurmuawanah_Tips Yang Pertama_Tugas Ke-1
Setelah membuka dan membaca tugas yang diberikan oleh Dosen matakuliah TPKI, saya berpikir apa y…yang akan saya tulis di sini, ternyata bingung juga, beberapa menit saya berpikir, menerawang, sambil memegang sehelai kertas dan balpoin, tiba-tiba terdengar sesuatu di televisi ada berita yang lagi HOT saat ini, yang santer menjadi bahan perbincangan baik itu di kalangan maysarakat, di media elektronik atau pun media cetak.
Itu loch…Masalah Bank Century, sama kasus KPK. Yang melibatkan banyak orang terutama dikalangan Borjuis alias kalangan beruang, di mulai dari kasus Antasari, beliau terlibat masalah pembunuhan Nasrudin dan di ponis sebagai tersangka, merambah pada kasus Candra Hamsah dan Bibit Slamet Rianto, masalah penyuapan PT. Masaro yang di dalangi oleh Anggodo, hingga melibatkan petinggi-petinggi Kejaksaan dan Kaporli. Masalah menjadi memakin rumit karena banyaknya praduga dan di pastikan karena adanya Mavia peradilan.
Hingga sekarang pun masalah KPK vs Polisi belum selesai, malah semakin rumit saja kayanya. Sebagai masyarakat awam saya tidak mengerti hal yang sebernanya sedang terjadi dikalangan Elit tersebut. Saya hanya menyaksikan dan mendengar berita-beritanya saja dari televisi. Kadang timbul suatu pertanyaan, kenapa ada orang atau manusia yang sama-sama di ciptakan oleh Allah Swt, dan sama-sama makan nasi, tapi memiliki sifat jahat dan tidak mensyukuri atas apa yang telah diberikan-Nya. Tapi saya berusaha untuk selalu berpikir positif agar mereka semua yang berbuat seperti itu dibukakan hatinya agar supaya cepat-cepat bertobat, dan mahan pmpun kepada Maha percipta (AllahSwt). Hingga kebenaran itu akan muncul sebagai mana mestinya.
Sekarangpun saya masih berharap-harap cemas bagaimana kisah atau kelanjutan dari kasus-kasus yang ada sekarang ini. Berharap dan terus berharap.
Jumat, 20 November 2009
Tugas TPKI : Menganalisis Makalah
Tugas menganalisis makalah yang berjudul Gerakan Pemurnian Wahabi: Muhammad Bin Abdul Wahhab (1115-1206 / 1701-1793). Yang disusun oleh dosan pembimbing mata kuliah TPKI. Dianalisis dari segi / sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan.
Dari segi / sisi isi:
Setelah mambaca dan menganalisis makalah yang berjudul:
GERAKAN PEMURNIAN WAHABI: MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB ( 1115-1206 H / 1701-1793 M). Yang disusun oleh : Mulyawan S. Nugraha. NIM: 066.1076 (No. urut Absen : 23).
Dilihat dari segi / sisi isi secara umum, bacaan yang disajikan cukup menarik, dan lengkap dari segi penyajiannya. Namun, secara struktural makalah yang disusun tersebut tidak sesuai dengan acuan atau aturan yang semestinya disebut sebagai makalah.
Karena, berdasarkan pada referensi yang ada bahwa sebuah makalah / laporan akhir terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian teks, dan bagian akhir.
Di mulai dari pendahuluan, dalam bab pendahuluan seharusnya dibagi atau dipecah menjadi beberapa bagian yakni:
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penilisan
4. dan seterunya…..
Pada bagian pendahuluan, penulis sebaiknya menyajikan latar belakang masalah dan alasan-alasan mengapa masalah yang diajukan itu menarik untuk diteliti. Kemudian, dapat mengungkapkan masalah-masalah yang muncul, yang dapat dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah dan harus merupakan kalimat tanya.
Melihat isi makalah secara keseluruhan, masih banyak tulisan-tulisan yang kurang tepat, disebabkan tidak diedit / dilakukan cek ulang (pemeriksaan) pada hasil dari makalah tersebut. Dan ditemukan adanya kata-kata asing yang bercampur dengan bahasa
Dari sisi / segi tulisan:
Apabila dilihat dari Karateristik Karangan Ilmiah Populer (Harry Firman), isi makalah tersebut sudah memenuhi salah satu poin dari karateristik karangan ilmiah populer. Diantaranya, Contoh pada tulisan yang menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis. Misalnya, pada kalimat “Degenerasi dan dekadensi umat Islam dikala itu telah menimbulkan sistem politik yang sangat opresif, yang mengejawantah dalam bentuk kesultanan-kesultanan nepotis dan absolutis serta kehidupan sosial yang bertentangan dengan semangat egalitarian seperti diajarkan Islam”. (paragraf 1, bab Pendahuluan).
Makalah tersebut juga menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi. Sebagai pembuktian bahwa bahasan / makalah yang disajikan dapat dipercayai kebenarannya.
Dalam sistematika penulisannya, makalah tersebut logis dalam memaparkan atau menyampaikan isi dari materinya.
Pada bab penutup, penulis tidak memisahkan antara simpulan dan saran, akan tetapi bagian penutup dari makalah tersebut cukup membentuk impresi pembaca terhadap penjelasan atau persoalan yang diketengahkan.
Masih dalam segi tulisan, ada beberapa pengulangan kata yang tidak menggunakan strip (-), contoh pada kalimat “ faham tauhid telah dirusak oleh ajaran ajaran atau tarekat tarekat…..dst”. seharusnya pengulangan kata pada kata “ajaran dan tarekat” tersebut menggunakan strip (-) sesuai dengan kaidah EYD yang telah ditetapkan.
Segi / sisi penuturan yang disampaikan:
Penuturan kata dan bahasa yang disampaikan banyak mengandung istilah-istilah teknis dan serapan bahasa asing. Menurut saya sekalipun penulis makalah / artikel adalah seorang iptekwan, tetapi alangkah baiknya menghindari penggunaan terlalu banyak istilah-istilah teknis. Alasannya, tidak semua pembaca mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga menyulitkan pembaca untuk dapat mengerti dan memahami isi dari makalah tersebut dengan cepat.
Dari segi penuturan, penulis menyajikan atau memberi penjelasan tambahan dengan sesuatu yang kompleks, dengan menyertakan gambar (penjelasan makalah hal 7,gambar peta) yang dapat membantu memperjelas dalam memehami maksud dari penuturan makalah yang disajikan.
Pada hal 3, ada salah satu paragraf yang menuturkan kalimat “ lengkaplah sudah ilmu yang diperlukan oleh seorang yang pintar yang kemudian dikembagkan sendiri melalui metode otodidak (belajar sendiri) sebagaimana lazimnya para ulama besar Islam mengembangkan ilmu-ilmunya. Dimana bimbingan guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya untuk dapat dikembangkan dan digali sendiri oleh yang bersangkutan”.
Menurut saya penuturan kalimat diatas kurang efektif, dan kurang tepat apabila di gunakan dalam bentuk makalah, karena menurut ukuran atau aturannya penuturan yang digunakan dalam sebuah makalah lebih dipenuhi oleh tulisan verbal dan sedikit tebal, sehingga terlihat intelek dimata pembacanya.
Dan sebaiknya penuturan diatas dirubah menjadi “Kelengkapan yang telah beliau peroleh, kemudian beliau kembangkan melalui metode otodidak (belajar sendiri), dimana bimbingan seorang guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya dapat dikembangkan dan digali oleh yang bersangkutan”.
Tugas TPKI : Menganalisis Makalah
Tugas menganalisis makalah yang berjudul Gerakan Pemurnian Wahabi: Muhammad Bin Abdul Wahhab (1115-1206 / 1701-1793). Yang disusun oleh dosan pembimbing mata kuliah TPKI. Dianalisis dari segi / sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan.
Dari segi / sisi isi:
Setelah mambaca dan menganalisis makalah yang berjudul:
GERAKAN PEMURNIAN WAHABI: MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB ( 1115-1206 H / 1701-1793 M). Yang disusun oleh : Mulyawan S. Nugraha. NIM: 066.1076 (No. urut Absen : 23).
Dilihat dari segi / sisi isi secara umum, bacaan yang disajikan cukup menarik, dan lengkap dari segi penyajiannya. Namun, secara struktural makalah yang disusun tersebut tidak sesuai dengan acuan atau aturan yang semestinya disebut sebagai makalah.
Karena, berdasarkan pada referensi yang ada bahwa sebuah makalah / laporan akhir terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian teks, dan bagian akhir.
Di mulai dari pendahuluan, dalam bab pendahuluan seharusnya dibagi atau dipecah menjadi beberapa bagian yakni:
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penilisan
4. dan seterunya…..
Pada bagian pendahuluan, penulis sebaiknya menyajikan latar belakang masalah dan alasan-alasan mengapa masalah yang diajukan itu menarik untuk diteliti. Kemudian, dapat mengungkapkan masalah-masalah yang muncul, yang dapat dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah dan harus merupakan kalimat tanya.
Melihat isi makalah secara keseluruhan, masih banyak tulisan-tulisan yang kurang tepat, disebabkan tidak diedit / dilakukan cek ulang (pemeriksaan) pada hasil dari makalah tersebut. Dan ditemukan adanya kata-kata asing yang bercampur dengan bahasa
Dari sisi / segi tulisan:
Apabila dilihat dari Karateristik Karangan Ilmiah Populer (Harry Firman), isi makalah tersebut sudah memenuhi salah satu poin dari karateristik karangan ilmiah populer. Diantaranya, Contoh pada tulisan yang menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis. Misalnya, pada kalimat “Degenerasi dan dekadensi umat Islam dikala itu telah menimbulkan sistem politik yang sangat opresif, yang mengejawantah dalam bentuk kesultanan-kesultanan nepotis dan absolutis serta kehidupan sosial yang bertentangan dengan semangat egalitarian seperti diajarkan Islam”. (paragraf 1, bab Pendahuluan).
Makalah tersebut juga menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi. Sebagai pembuktian bahwa bahasan / makalah yang disajikan dapat dipercayai kebenarannya.
Dalam sistematika penulisannya, makalah tersebut logis dalam memaparkan atau menyampaikan isi dari materinya.
Pada bab penutup, penulis tidak memisahkan antara simpulan dan saran, akan tetapi bagian penutup dari makalah tersebut cukup membentuk impresi pembaca terhadap penjelasan atau persoalan yang diketengahkan.
Masih dalam segi tulisan, ada beberapa pengulangan kata yang tidak menggunakan strip (-), contoh pada kalimat “ faham tauhid telah dirusak oleh ajaran ajaran atau tarekat tarekat…..dst”. seharusnya pengulangan kata pada kata “ajaran dan tarekat” tersebut menggunakan strip (-) sesuai dengan kaidah EYD yang telah ditetapkan.
Segi / sisi penuturan yang disampaikan:
Penuturan kata dan bahasa yang disampaikan banyak mengandung istilah-istilah teknis dan serapan bahasa asing. Menurut saya sekalipun penulis makalah / artikel adalah seorang iptekwan, tetapi alangkah baiknya menghindari penggunaan terlalu banyak istilah-istilah teknis. Alasannya, tidak semua pembaca mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga menyulitkan pembaca untuk dapat mengerti dan memahami isi dari makalah tersebut dengan cepat.
Dari segi penuturan, penulis menyajikan atau memberi penjelasan tambahan dengan sesuatu yang kompleks, dengan menyertakan gambar (penjelasan makalah hal 7,gambar peta) yang dapat membantu memperjelas dalam memehami maksud dari penuturan makalah yang disajikan.
Pada hal 3, ada salah satu paragraf yang menuturkan kalimat “ lengkaplah sudah ilmu yang diperlukan oleh seorang yang pintar yang kemudian dikembagkan sendiri melalui metode otodidak (belajar sendiri) sebagaimana lazimnya para ulama besar Islam mengembangkan ilmu-ilmunya. Dimana bimbingan guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya untuk dapat dikembangkan dan digali sendiri oleh yang bersangkutan”.
Menurut saya penuturan kalimat diatas kurang efektif, dan kurang tepat apabila di gunakan dalam bentuk makalah, karena menurut ukuran atau aturannya penuturan yang digunakan dalam sebuah makalah lebih dipenuhi oleh tulisan verbal dan sedikit tebal, sehingga terlihat intelek dimata pembacanya.
Dan sebaiknya penuturan diatas dirubah menjadi “Kelengkapan yang telah beliau peroleh, kemudian beliau kembangkan melalui metode otodidak (belajar sendiri), dimana bimbingan seorang guru hanyalah sebagai modal dasar yang selanjutnya dapat dikembangkan dan digali oleh yang bersangkutan”.
Jumat, 23 Oktober 2009
Tugas 1 ( KISAH KU )
Dimulai dari ta’arup atau perkenalan, nama saya Saroh Nurmuawanah, saya tinggal di Sukabumi tepat nya di Cisaat. Perkenalan nya cukup segitu aja y…
Sekarang saya bekerja di salah satu bidang jasa, yakni mengajar di sebuah sekolah ‘Taman Kanak-kanak’ yang lokasinya tidak jauh dari tempat saya tinggal, namanya TK. Al-ZIHAD. Pengalaman yang paling berkesan pada saat saya mulai mengajar adalah ketika pertama kali saya masuk ke kelas, pada saat itu saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, memulai dari mana, sikap yang bagaimana yang harus saya tampilkan, saya benar-benar merasa gugup walaupun hanya menghadapi anak-anak, untunglah saat itu saya di temani oleh salah satu pengajar (guru) yang sudah lumayan lama mengajar disana, namanya ibu Fatimah Wardah. Subhanallah, beliau sangat baik, ramah dan juga cantik, usianya kira-kira empat tahun lebih tua di atas saya. Beliau mengajarkan saya berbagai macam hal yang berhubungan dengan anak-anak usia dini yang memang harus benar-benar dibina hingga anak-anak tersebut menjadi seorang anak yang sehat, cerdas, dan ceria. Walau pun tidak semudah membalikkan telapak tangan, membentuk anak sesuai dengan apa yang di harapkan baik itu oleh kita sebagai pengajar khususnya atau pun orang tua pada umumnya, Disini saya tetap berusaha semaksimal mungkin membina anak-anak usia dini tersebut dengan rasa ikhlas dan sabar. Dengan latar belakang keluaga yang berbeda, tingkah laku anak yang berbeda dan juga segi ekonomi yang berbeda pula, saya tetap merasa senang berada di sekitar mereka., mungkin bukan hanya saya saja yang berpikiran seperti itu, tapi juga semua pengajar/ gugu-guru yang ada di manapun akan berbuat seperti itu, baik itu pengajar Sekolah dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), juga Perguruan Tinggi (PT) dan lain sebagainya.
Tepatnya mulai tanggal 10 juni 2008, saya mulai mengajar di Taman Kanak-kanak (TK). Dengan semangat saya menjalani semuanya. Hingga suatu saat ibu Kepala Sekolah memberi kepercayaan kepada saya untuk memegang salah satu kelas.
Murid yang saya pegang ada 25 orang siswa/i, l5 orang siswi dan 10 orang siswa. Didalam kelas tersebut ada salah satu siswa namanya Adit, dia anaknya cerdas namun sulit dikendalikan dalam artian tidak mau mengerjakan tugas yang di berikan pada saat berada di kelas, dan selalu mengganggu temannya yang lain pada saat proses belajar berlangsung, tapi dalam hal lain dia mudah menerima, cepat mengerti pada materi-materi yang diberikan dan pada saat evaluasi di akhir pun dia dapat menjawab/mengerjakannya dengan baik.
Suatu ketika Adit tidak masuk sekolah, dalam hati saya bicara “untunglah, Adit tidak sekolah jadi tidak ada lagi anak yang susah di atur, saya bisa mengajar dengan tenang” ,hari kedua, ketiga, keempat dan hampir seminggu Adit tidak kunjung juga hadir di sekolah, saya mulai penasaran dan menanyakan kabarnya pada temannya yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan Adit, keesokan harinya saya tanyakan lagi, ternyata adit sakit dan dirawat di rumah sakit sudah hampir seminggu. Adit terkena Demam berdarah (DBD), dua hari kemudian ada kabar yang sangat mengagetkan, antara percaya dan tidak saya mendengar kabar bahwa Adit telah meninggal, dengan tanpa sadar saya menitikkan air mata merasa berdosa karena secara tidak langsung saya telah mensyukuri atas ketidak hadiran Adit di sekolah. Begitu di sayangkan anak cerdas yang memiliki kenakalan yang wajar, kini harus pergi dan tak kembali.
Saya menyesali dengan apa yang telah saya lakukan, hingga sampai sekarang pun saya masih merasa bersalah akan hal itu. Hanya kepada Allah saya mohon ampunan atas ketidak sabaran dan kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan, karena atas rahmat dan kehendak-Nya saya bisa mengajar dan mendapat pekerjan hingga sampai saat ini.
Kini saya sadar bahwa hidup adalah tantangan dan tantangan itu harus di hadapi dan dijalani dengan rasa sabar, ikhlas, dan tawakal.
Mudah-mudahan pengalaman yang saya tulis dalam “ KISAH KU “ tidak terjadi pada rekan-rekan pengajar lainnya (amin). Terakhir dari saya tetap bersabar dan ikhlas, menjadi seorang pengajar. Khususnya pengajar/pendidik Anak Usia Dini, dan tidak menutup kemungkinan bagi seluruh pengajar atau guru-guru yang lainnya. Jazakillah…